Postingan

SMKN 1 ROTA Bayat, Klaten

Gambar
  Berkeliling di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2011 yang berlangsung di di JCC Senayan 6-10 Juli yang baru lewat, memunculkan kembali rasa optimis akan negeri ini. Kaum muda menunjukkan kreativitas mereka yang beragam, meyakinkan masa depan negeri ini tak akan suram. Mereka membawa perubahan dan perubahan sedang terjadi sekarang. Beberapa universitas atau kreatif muda profesional bahkan sekolah kejuruan ikut serta dalam ajang ini. Antara yakin dan berharap cemas kreativitas mereka juga merambah dalam wujud batik membawa @batikIDku pada kekaguman akan corak batik indah dengan pewarna alam yang digantung-gantung mencolok pada stan mereka. Ternyata stan ini milik SMKN 1 ROTA Bayat dari Klaten, Jawa Tengah. Mereka menyediakan canting dan malamnya untuk pengunjung yang ingin mencoba proses awal membatik. Setelah anak-anak SMKN 1 Bayat ini membuatkan pola dengan pensil pada sehelai kecil kain, maka pengunjung dapat merasakan sendiri melekatkan malam dengan canting pada kain berpola...

Amanda Hartanto Desainer Muda Batik Indonesia

Gambar
Batik Klasik karya Amanda dengan  signature twist -nya Batik semakin memikat minat kaum muda. Tak hanya minat mengenakan produk fesyennya melainkan ikut terjun ke industry fesyen batik dan kreasinya. Selain membanggakan, mereka memberikan nuansa lain pada fesyen batik. Batik tampil selain lebih trendi juga tampil lebih kasual. Aplikasinya semakin luas dan pelan-pelan terkikislah jargon ‘Pake batik? Kayak mau kondangan!” Kalo diantara kaum muda banyak yang terjun di industri produk-jadi dari batik, @batikIDku terkesan dengan Amanda Hartanto, yang tak hanya mendesain gaun batik tapi juga fokus mendesain sendiri kain batiknya. Di tangannya batik bisa tampil klasik elegan walaupun tetap ada twist khusus yang terlihat sebagai signature Amanda Hartanto. Selain tampil elegan, batik bisa tampil funky dengan permainan warna dan tabrak proses. Pada karya batiknya, Amanda bisa menggabungkan beberapa proses sekaligus seperti metode cap yang digabung dengan metode tulis...

Indonesia Fashion & Craft Expo 2011

Gambar
  Senangnya melihat perkembangan kreasi anak negri di Indonesia Fashion and Craft Expo 2011, Balai Sidang Jakarta Convention Center 29 Juni – 3 Juli, 2011. Yuk ikutan mampir. Cuma tinggal akhir pekan ini kesempatannya. Seperti biasa @batikIDku memilih produk kreasi unik dari batik atau pelengkap busana batik, yang pada pameran ini jatuh pada produk-produk berikut: Batik Padang di Pameran Fashion & Craft JCC 2011 dr Inaaya House of Clay Batik www.claybatik.com, FB Inaaya Clay Batik. Tas batik cantik kombinasi kulit python asli dari Rita Batik Maleo Bintaro atau koleksi bisa didapatkan di Salon Mouse, Kebayoran Baru +62217243841 & +622174861712 Kreasi batik dipadu dengan sulam khas Padang dari Rumah Mode D'lubpad Abadi , donimaslim71@ymail.com Scarf Batik 2 muka dari Zola FB Zola Butik ; butikzola@gmail.com Bandung. Kreasi batik tabrak motif cerah masih dari Zola butikzola@gmail.com FB Zola Butik Pakai kain batik ...

Tips Memilih Batik

  Ingin punya batik bermotif keren, nyaman dipakai , dan harga juga nyaman untuk kantong, simak tips memilih batik berikut ini : Motif batik bisa tersaji dari proses tulis canting, cap dan print. Motif batik proses print bukan menggunakan metoda perintang warna dengan malam/wax seperti proses pembuatan batik yang diakui Unesco. Dari urutan murah ke mahal apabila berbahan sama pakemnya: print motif batik,  cap dan kemudian baru batik tulis. Demikian pula produk fesyennya juga mengikuti pakem tersebut. Pada print motif batik pada umumnya motif  terlihat jelas pada sisi luar saja, sementara sisi dalamnya tidak, tetapi sekarang telah ada teknologi print motif batik 2 sisi yang cukup presisi. Teknologi printing digunakan untuk mempersingkat proses tetapi tetap mempertahankan motif khas batik. Dengan adanya print motif batik pula dimungkinkan kain bermotif batik bisa didapatkan dengan harga terjangkau dan bisa lebih leluasa untuk diaplikasikan pada berbagai jenis bahan pa...

Batik di Afrika

(seperti dipaparkan pada Pameran Love, Hope and Peace  Gedung Merdeka, Bandung 1-31 Mei, 2011) Ada beragam tekstil batik di berbagai belahan Afrika, tetapi teknik membatik yang paling maju dapat ditemukan di Nigeria dimana orang-orang Yoruba membuat kain ‘Adire’ . Ada dua metode pewarnaan dengan lilin yang digunakan. ‘Adire eleso’ yang memakai teknik ikat dan jahit serta ‘adire eleko’ yang menggunakan gumpalan pati. Gumpalan ini biasanya terbuat dari tepung tapioka, beras, tawas atau tembaga sulfat yang dididihkan bersama dan menghasilkan gumpalan yang tebal dan halus. Suku Yoruba di Afrika Barat menggunakan gumpalan pati ini sebagai lapisan pelindung warna, sementara masyarakat Senegal menggunakan gumpalan beras. Gumpalan-gumpalan ini digunakan dalam dua cara yang berbeda. Sketsa digambar dengan stensil logam tipis yang fleksibel  atau perangkat yang terbuat dari kayu. Alat ini memungkinkan terbentuknya pola berulang yang aku...

Menghias Telur seperti Membatik

Pysanky, Ukraina (seperti dipaparkan pada Pameran Love, Hope and Peace Gedung Merdeka, Bandung 1-31 Mei, 2011) Tradisi membuat Pysanky , telur hias, di Ukraina dapat ditelusuri sampai masa ribuan tahun sebelum Kristus. Kala itu, telur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan musim semi. Berbagai teknik, desain dan warna yang digunakan untuk menghias telur memiliki makna simbolis. Misalnya kuda dan rusa (symbol kekuatan), burung (kebahagian), dan garis yang tidak berakhir (keabadian). Dengan masuknya agama Kristen, beberapa simbol baru dari tradisi Kristen, seperti ikan ditambahkan. Di Ukraina tengah, warna yang dominan untuk menghias telur adalah hitam dan merah. Sementara itu di sebelah barat Pegunungan Carpathian warna-warnanya lebih hangat: hijau, oranye, kuning, dan coklat. Secara tradisional, kebanyakan pewarna alam diperoleh dari tanaman lokal dan beberapa zat anorganik. Saat ini kebanyakan seniman menggunakan  pe...

Batik di China

(seperti dipaparkan pada Pameran Love, Hope and Peace Gedung Merdeka, Bandung 1-31 Mei, 2011) China memiliki sejarah yang panjang tentang pembuatan batik dimulai dari abad ke-6   sampai ditemukan   batik yang dikerjakan oleh suku etnik Provinsi Guizhou di Barat Daya China. Suku Miao, Bouyei dan Geija menggunakan metode pencelupan yang berbeda dengan suku etnik . Ada juga beberapa metode yang berbeda di suku minoritas Miao . Suku Miao menekankan kekhasan batik pada kostum mereka, yang terbuat dari kain hias yang   mereka buat dengan pola tenun dan malam pelindung. Hampir seluruh suku Miao, menghias pergelangan baju dan kain katun (bukan sutra) dengan malam panas yang kemudian dicelupkan ke dalam pewarna berwarna nila. Kain tersebut untuk rok, hiasan pada jaket, celemek dan gendongan bayi. Warna nila banyak digunakan sebagai warna dasar kain di seluruh Guizhou untuk menghasilkan warna biru gelap. Perekat dibuat dari hasil ...